Sistem Deteksi Dini Tuberkulosis Paru
Siditpar merupakan sistem yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini tuberkulosis paru. Melalui sistem deteksi dini ini diharapkan dapat mendukung program berupa pemerintah Temukan TBC Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC). Target dari program TOSS TBC yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 90% penurunan kasus TBC dan 95% penurunan kematian akibat TBC.
Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis umumnya menyerang organ paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan dapat menyerang organ lain atau disebut tuberkulosis ekstra paru. Penularan tuberkulosis dapat terjadi melalui percikan dahak dari penderita ketika batuk, bersin, atau bicara.
Kelompok orang yang rentan terinfeksi tuberkulosis antara lain:
1. Penderita HIV atau gangguan imun lainya
2. Pengkomsumsi obat imunosupresan dalam jangka waktu lama
3. Perokok
4. Pengkonsumsi alkohol tinggi
5. Anak usia kurang dari 5 tahun dan lansia
6. Kontak erat dengan penderita TBC aktif
7. Petugas kesehatan
8. Berada ditempat dengan risiko tinggi penularan dalam jangka waktu lama
Gejala yang utama yang muncul pada penderita adalah batuk yang dialami selama dua minggu atau lebih. Batuk yang dialami dapat disertai dahak, atau dahak bercampur darah. Gejala lain yang dapat muncul umunya dapat berupa:
1. Sesak nafas
2. Nyeri dada
3. Demam tinggi, terutama pada malam hari
4. Penurunan berat badan tanpa disengaja
5. Berkeringat malam hari tanpa melakukan aktivitas
6. Penurunan nafsu makan
7. Malaise